Kabarbola.co.id
Situs Bola Masa Kini

Roy Keane dan Thierry Henry Tidak yakin Masing-masing Klubnya Akan Juara Premier League Musim 2020/21

Liga Inggris – Roy Keane dan Thierry Henry tidak yakin masing-masing klubnya akan juara. Waduh, kok gitu?

Manchester United dan Arsenal memang lagi kepayahan di Liga Inggris. Keduanya tidak menghiasi papan atas Klasemen Liga Inggris.

Setan Merah sementara duduk di peringkat kedelapan dengan 20 poin. Sementara The Gunners, terjembab di peringkat ke-15 dengan 13 poin.

Roy Keane, legenda Manchester United, tidak yakin kalau Bruno Fernandes dkk bakal juara musim ini. Sebab, lini belakangnya dinilai memprihatinkan!

“Apakah mereka ada di trek juara? Sepertinya tidak,” tegas Keane seperti dilansir dari Sky Sports.

“Empat bek dan penjaga gawangnya masih jadi masalah besar saat ini. Anda tidak tahu apa yang akan Manchester United dapatkan sekarang kalau pertahanannya seperti itu,” urainya.

Keane yang punya koleksi tujuh titel Premier League bersama Manchester United juga heran, mengapa pihak klub tidak membeli bek baru. Malah, terus menghiasi lini serang.

“Mereka tidak konsisten dan mereka tidak mampu menjadi platform untuk kesuksesan Manchester United,” pungkas pria asal Irlandia tersebut.

Legenda Arsenal, Thierry Henry juga tidak yakin The Gunners bisa juara Liga Inggris musim ini. Sebab, beberapa pemainnya dinilai tidak memuaskan seperti yang disampaikan oleh Patrice Evra.

“Suatu hari Henry mengundang saya ke rumahnya. Dia mengajak saya menonton Arsenal, tapi begitu melihat Granit Xhaka, dia tidak jadi menontonnya,” ungkap Evra yang juga merupakan teman Henry di Timnas Prancis.

“Akhirnya kami tidak jadi menonton Arsenal dan mengobrol banyak hal,” tambah Evra.

Menurut Patrice Evra, Thierry Henry terus menyaksikan Arsenal bertanding dan mengkritik beberapa pemain yang dirasa sudah tidak layak. Tak cuma Granit Xhaka saja yang jadi sasarannya.

“Dia juga mengkritik beberapa pemain lain seperti Granit Xhaka. Ketika legenda klub bersuara, tentu itu memberitahukan segalanya,” imbuh Evra.

Granit Xhaka sendiri sudah memperkuat Arsenal sejak tahun 2016. Tapi ada satu momen kala pemain asal Swiss itu pernah menjadi bulan-bulanan di Arsenal. Kala itu posisi manajer masih dijabat oleh Unai Emery.

Xhaka dicemooh oleh pendukung Arsenal di kandang sendiri. Xhaka terpancing, melakukan gestur yang juga mencaci fans Arsenal sampai membuang jersey-nya. Sehingga, ban kapten dicopot dari lengannya.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan